Pengetahuan Karawitan Jawa 5

 "Mengenal Lebih Dekat Dengan Karawitan Jawa " IV

Daftar Istilah Dalam Karawitan Jawa


16. Nglaras : Menyetem, memberi nada tertentu pada bilangan atau jenis pencon, menyamakan anda pada gamelan. Dengan cara dilaras ini gamelan menjadi enak didengarkan sehingga tidak terdengar sumbang (blero).

17. Niyaga : Penabuh gamelan (lihat gamelan) Jawa, sering pula disebut dengan pradangga atau wiyaga.

18. Pemangku lagu : Instrumen yang bertugas membawakan lagu pokok atau balungan (lihat balungan). Yang termasuk pemangku lagu ialah saron, demung, peking dan slenthem.

19.Pemangku irama :Instrumen yang bertugas menggunakan kendhang dalam bentuk gendhing (lihat gendhing) dan menunjukkan macam irama, yang termasuk pemangku irama ialah  kethuik, kenong, kempul dan gong.

20. Pemurba irama : Instrumen yang memimpin atau menentukan lagu, instrumen yang bertuigas sebagai pemurba lagu ialah rebab, gender, dan bonang.

21. Pemurba Lagu : Bertugas sebagai penentu dan penuntun lagu, dilakukan oleh ricikan ribab, gender, barung, dan gender barung. disamping sebagai pamurba lagu juga berfungsi sebagai pamurba yatmaka yang berarti berfungsi menunjukkan nafas, jiwa, dan karakter gending yang disajikan.

22. Pencon/Pencu : Bagian yang menonjol berbentuk ½ bulat telur ang terletak pada bagian atas dari kenong, bonang, kethuk, kempyang, slentho, kempul, gong, bendhe.

23. Balungan : Kerangka Notasi pokok dalam  Gending (lagu) 

24. Gending : suatu istilah lain untuk menyebut lagu dalam karawitan Jawa

25. Gaya : cara dan pola baik secara individu maupun kelompok yag memiliki ciri khas.

26. Irama : pelebaran dan penyempitan gatra dalam gending, lagu, dan kecepatan ketukan yang ditentukan oleh ricikan peking.

27. Ricikan : istilah dalam karawitan untuk menyebut suatu instrumen gamelan.

28. Gatra : Suatu istilah untuk menyebut baris dalam tiap 4 pukulan nada 

29. Gangsa : bahasa halus (krama) dari gamelan. Istilah ini diambil dari kata tembaga dan rejasa yang disingkat menjadi ga dan sa, kemudian berubah menjadi gangsa, karena bahan pokok dari gamelan itu berhasil dari campuran tembaga dan rejasa (timah putih), dengan perbandingan 3 dan 10 (tiga lan sedasa).

30. 

Komentar