Pengetahuan Gamelan Jawa I
Mengenal Lebih Dekat Dengan Gamelan Jawa I
Sejarah Singkat
A. Sejarah Gamelan Jawa
Gamelan sebenarnya bukan lagi merupakan musik yang asing. Popularitas gamelan telah merambah berbagai benua dan bahkan telah banyak dipakai oleh para musisi untuk memadukan musik modern dengan musik tempo dulu. banyak musisi, peneliti, ataupun pelajar yang datang ke indonesia untuk belajar gamelan. mungkin inilah salah satu sebab mengapa gamelan terpilih sebagai salah satu musik yang direkam dalam piringan emas Voyager pada tahun 1977. kala itu salah satu musik yang direkam dalam piringan emas tersebut adalah musik gamelan dengan gending puspwarna yang dimainkan oleh para wiyaga keraton pura paku alaman di bawah pimpinan K.R.T. Wasitodipuro dan direkam oleh Robert E. Brown.
Di indonesia, gamelan banyak dijumpai di Jawa, Bali, Madura dan Lombok. kita pun bisa mengenal berbagai jenis gamelan seperti gamelan jawa, gamelan, sunda, gamelan bali, gamelan banyuwangi, dan lain-lain,. meskipun terdapat berbagai jenis gamelan, namun diyakini bahwa gamelan di indonesia berasal dari stu sumber yang sama. perbedaannya hanya terletak pada teknik atau cara menabuh dan alat-alat atau instrumennya. sebagai contoh gamelan jawa dikenal lebih lembut dan slow, tarikan rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi gender, siter, rebab gambang dan kendang serta suara gong pada setiap penutup gending/lagu. sementara gamelan sunda mendayu-dayu dan didominasi oleh suara seruling dan kendang jaipong.
Pada Awal mulanya, gamelan hanyalah berupa gong besar. kemudian ditambah dengan beberapa buah gong kecil yang disebut kempul dalam jumlah yang terbatas. dalam perkembangan selanjutnya barulah ditambah dengan berbagai instrumen lai sehingga terbentuk seperangkat gamelan seperti yang kita kenal sat ini. dalam mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh sang hyang Guru pada Era Saka yaitu dewa yang menguasai seluruh tanah jawa, dengan istana di gunung mahendra di medangkamulan (sekarang gunung lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa, dan untuk pesan yang lebih khusus, ia kemudian menciptakan dua gong. akhirnya terbentuk seperangkat gamelan seperti saat ini. (S.Heliarta: aneka ilmu: 2010)
A. Gambaran Umum Fisik Gamelan

Komentar
Posting Komentar