Pengetahuan Gamelan Jawa 4
"Mengenal Lebih Dekat Dengan Gamelan Jawa" IV
Instrumen Gamelan Jawa
5. Gender
Gender adalah alat musik (instrumen gamelan jawa) yang terdiri dari bilah-bilah metal yang ditegangkan dengan tali. dalam gamelan daerah jawa tengah hususnya jogja dan solo gender mempunyai 2 macam. yang pertama yaitu gender barung dengan nada yang lebih besar dan yang kedua yaitu gender penerus dengan nada yang lebih kecil. kemudian gender dimainkan dengan menggunakan kedua tangan.
6. Ketuk dan Kempyang
a). Ketuk : Bentuk ketuk hampir menyerupai kenong tetapi lebih gepeng dan lebih pendek. namun, suaranya tidak senyaring dan sejernih kenong. ketuk berfungsi membantu tempo, pengaturan irama lagu dan membagi periode kenongan ke dalam bagian yang lebih kecil. dalam gamelan laras pelog, ketuk mempunyai nada nem atau lima. sementara dalam gamelan laras slendro ketuk mempunyai nada gulu (telu/tiga).
b). Kempyang : Kempyang merupakan alat musik (instrumen gamelan Jawa) yang hanya digunakan pada gamelan dengan laras pelog yang terdiri atas dua belanga perunggu. kedua belanga ini di laras dengan nada yang sama, yaitu nada nem, atau dengan nada nem. dan barang (nada 7 pelog). tetapi, di Yogyakarta kempyang dilaras dengan nada lima dan nem. kempyang ditabuh secara serempak dengan memainkan semua komposisi biasa. kempyang biasanya dimainkan pada gending (lagu) yang berbentuk ladrang dan ketawang..
B. Metallophones
Mettalophones adalah alat-alat musik yang berbentuk bilah/lempengan yang terdiri dari enam atau tujuh bilah, ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator (sumber bunyi). alat-alat musik ini dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. yaitu saron dan Slenthem
1. Saron
Terdiri atas 3 Jenis yaitu Saron Demung, Saron Ricik, dan Saron Peking
a. Saron Demung
Saron demung berisi nada-nada rendah yang hampir sama dengan slenthem. Demung terdiri atas 7 bilah/nada dan ditata pada sebuah kayu/resonator yang disebut dengan rancakan.
b. Saron Ricik
Saron ricik sebenarnya hampir sama dengan saron demung hanya suaranya lebih kecil sedikit dibandingkan dengan saron demung. perbedaan yang lebih spesifik adalah bentuk ricikan saron ricik lebih medium dibanding dengan saron demung yang bentuknya lebih besar.
c. Saron Peking
Saron peking ukurannya lebih kecil dari pada saron ricik, oleh karena itu nada-nada pada saron peking lebih tinggi dibandingkan dengan saron ricik. untuk perbedaan yang spesifik saron peking adalah saron yang paling kecil dalam kelompok balungan/metallophones. dan cara memainkan saron ini dimainkan 2kalinya tabuhan saron demung maupun saron ricik.
2. Slenthem
Slenthem memiliki pengertian sesuatu yang besar. ukuran slenthem paling besar di antara ricikan saron-saron lainnya. slenthem adalah sebauh bilah baik terbuat dari perunggu, besi, maupun kuningan yang ditata pada sebuah resonator (sumber bunyi)/rancakan. slenthem berfungsi sebagai pemangku lagu untuk nada-nada rendah pada pargelaran karawitan. slenthem laras pelog dan laras slendro masing-masing terdiri dari 7 bilahan. slenthem juga tergolong dalam keluarga balungan/kelompok balungan karena cara memainkannya berdasarkan notasi balungan. rentang nadannya satu oktaf lebih rendah dari pada saron demung. rendahnnya nada yang dihasilkan membuat alat ini disebut juga saron penembung. slenthem terutama diperlukan untuk menghidangkan gending soran yang harus berbunyi keras, termasuk gamelan sekati.

Komentar
Posting Komentar