Pengetahuan Gamelan Jawa 5
Mengenal Lebih Dekat Dengan Gamelan Jawa" V
Instrumen Gamelan Jawa
A. Kelompok Instrumen Membranofon
11. Bedug
Bedug terbuat dari potongan batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu depa. Bagian tengah batang kayu itu dilubangi sehingga berbentuk slongsongan tabung besar. ujung batang ditutup dengan kulit binatang khususnya kulit sapi yang brefungsi sebagai membrane atau selaput gendang. bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh. Wayang kulit maupun wayang orang terutama di daerah solo dan semarang, sejak tahun 1960-an, juga menggunakan bedug ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soekarno. Ki Nartosabdo, dalang kenamaan dari semarang, kemudian mempopulerkan penggunakan instrumen bedug ini, terutama untuk mengiringi gerakan atau adegan perang dan kiprahnya gatotkaca. dengan suara bedug, gerakan wayang yang dimainkan seorang dalang, atau gerakan seorang wayang wong, akan terasa lebih mantap bagi penonton. dan dalam karawitan gaya Yogyakarta bedug ini digunakan pada gending yang bernuansa sigrak biasanya pada gending alit seperti ladrang dan ketawang.
12. Kendang
Kendang merupakan instrumen pukul dalam gamelan yang mengandung peranan sangat penting, yaitu sebagai konduktor yang berfungsi sebagai pengatur jalannya gending (lagu) utamanya pada tempo dan perpindahan irama.kendang terbuat dari kayu yang dilubangi hingga tembus kemudian dipasangkan kulit binatang, seperti sapi, kerbau, maupun kambing di kedua sisi ujungnya hingga tertutup. ada bermacam-macam jenis kendang antara lain : kendang ciblon/batangan, kendang ketipung, kendang bem/ageng, kendang penuntung, kendang sabet/wayangan.di berbagai wilayah/ daerah banyak yang menyebut alat/instrumen ini sebagai kendang.
B. Kelompok Instrumen Gamelan Berbentuk Pencon
13. Gong (Ageng)
Gong ageng adalah instrumen gamelan berbentuk pencon yang terbesar dalam gamelan Jawa dan dipercaya sebagai "roh" dalam gamelan. biasannya gong ageng ditempatkan di belakang gamelan.gong ageng berperan sebagai pemangku irama yang bertugas sebagai pengakhir akhir lagu (gending). gong dalam gending alit biasanya ditabuh setiap 4 kali kenongan atau 8 kali pukulan saron (nada).
14. Kempul
Kempul juga termasuk dalam kelompok instrumen gamelan yang berbentuk pencon mirip seperti gong ageng hanya bentuknya lebih kecil dari pada gong ageng. kempul diletakkan menjadi satu bagian dengan gong ageng. bentuk alat ini menyerupai gong dengan diameter 40 sampai 50 cm. dalam gamelan jawa tengah khususnya jogja dan solo kempul yang digunakan lebih dari satu sebanyak nada yang ada dalam laras slendro dan pelog.
15. Siyem/Gong Suwukan
Siyem/Gong Suwukan adalah instrumen gamelan yang sama juga dengan gong ageng dan kempul sama-sama berbentuk pencon akan tetapi memiliki ukuran yang sediki kecil dari gong ageng dan lebih besar dari kempul. siyem/gong suwukan menjadi satu kelompok/ satu paket dengan kempul dan gong ageng karena semua sama2 berfungsi sebagai pemangku irama.

Komentar
Posting Komentar