Pengetahuan Titilaras Gamelan Jawa 1

 "Mengenal Lebih Dekat Dengan Titilaras Gamelan Jawa"


      Sebelum Kita membahas tentang pengetahuan karawitan dengan lebih dekat kita akan mebahas titilaras dengan lebih dekat terlebih dahulu. dalam seni karawitan, titilaras memegang peranan yang penting dan praktis, sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat gending (lagu), mempelajarinnya, dan kemudian menyimpannya untuk documentasi. titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut dengan notasi, yaitu lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendahnya suatu nada berupa angka atau lambang lainnya.

         Dalam penggunaan sehari-hari, istilah titilaras sering disingkat menjadi laras. laras ini mempunyai dua macam, yaitu slendro dan pelog.

1. Laras Slendro

    Secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang, ringan, gembira dan terasa lebih ramai. dan penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya yaitu sendu, sedih, atau romantis. misalnnya pada gending (lagu) yang menggunakan laras slendro miring (minir). nada miring yaitu nada laras slendro yang secara sengaja digarap/dikomposisi dengan cara dimainkan idak tepat pada nada-nada pada laras slendro. oleh karena itu banyak adegan rindu, percintaan, sedih, sedu, bahkan merana yang tertuang dalam lirik atau garap/komposisi gending (lagu) yang menggunakan slendro miring (minir).

2. Laras Pelog

    Secara umum, laras pelog menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah, agung, keramat dan sakral, khususnya pada permainan gending (lagu) yang menggunakan laras pelog nem/bem. oleh karena itu, banyak adegan persidangan agung yang menegangkan, adegan persidangan agung yang menegangkan, adegan masuknya seorang raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan), adegan marah, atau adegan yang menyatakan dendam yang diiringi gending-gending laras pelog. tetapi pada permainan nada-nada tertentu, misalnya pada gending yang dimainkan pada laras pelog barang.

     Selain titilaras slendro dan pelog ada beberapa jenis titilaras yang lain, yaitu :

a). Titilaras Kepatihan

      Titilaras kepatihan dibuat oleh Kanjeng Raden Mas Haryo Wreksdiningrat di kepatihan Keraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1910.

b). Titilaras Ding-Dong 

         Titilaras ding-dong digunakan untuk mencatat dan mempelajari gending-gending gamelan bali.

c). Titilaras Sariswara/Dewantaran

    Titilaras Sariswara/Dewantaran digunakan dan diciptakan oleh ki Hajar Dewantara untuk mengajarkan gamelan Jawa.

d). Titilaras Daminatila

          Titilaras Daminatila diciptakan oleh Raden Mas Machyar Angga Kusumadinata untuk karawitan Sunda.

e). Titilaras lainnya seperti titilaras tangga, titilaras rantai, dan sebagainya yang digunakan untuk mempelajari dan mencatat gending-gending sejak dahulu.

           

          

Komentar

Postingan populer dari blog ini