Pengetahuan Karawitan Jawa 3
"Mengenal Lebih Dekat Dengan Karawitan Jawa" III
Gendhing dalam Karawitan dibagi menjadi dua, yakni Gendhing Alit dan Gendhing Ageng. Jenis Gendhing Alit terbagi dalam bentuk : 1. Gangsaran 2. Lancaran 3. Playon 4. Bubaran 5. Ladrang 6. Ketawang 7. Lala 8. Jineman 9. Dolanan 10. Srepegan. Jenis Gendhing Ageng terbagi dalam bentuk : 1. Candra dan Sarayuda 2. Jangga 3. Semang 4. Mawur 5. Pengrawit Dalam pembelajaran karawitan ini yang akan dikenalkan adalah beberapa bentuk Gendhing Alit sebagai bekal pemahaman dan dasar pengetahuan karawitan, di antaranya: 1. Gangsaran Gangsaran adalah bentuk gendhing yang paling sederhana. Gendhing ini berfungsi sebagai awal atau akhir baik setiap pertunjukan karawitan maupun wayang. Gangsaran juga berfungsi untuk mengiringi pertunjukan tari, seperti tari Lawung. Ciri-ciri gendhing Gangsaran adalah: - Buka dilakukan oleh kendhang - Nada yang dimainkan hanya satu nada - Gendhing dimainkan dengan keras atau soran - Gendhing diakhiri dengan cepat (gropak) - Karakter gendhing biasanya gagah/ bersemangat. - Setiap 2 gatra ditandai dengan bunyi suwukan.
Letak permainan kenong dan kempul selalu bergantian dalam waktu yang tidak terlalu lama (antara 0,5 1 detik) 2. Lancaran Lancaran termasuk bentuk gendhing yang sederhana. Gendhing ini berfungsi sebagai repertoire karawitan mandiri atau untuk mengiringi pertunjukan tari maupun wayangan. Ciri-ciri lancaran adalah: - Buka dilakukan oleh bonang barung - Nada yang dimainkan bermacam-macam, meskipun sederhana (biasanya terdiri dari 2-12 gatra) - Setiap 2 gatra ditandai dengan bunyi suwukan - Gendhing dapat dimainkan dengan keras (soran), sedang, maupun lembut, tergantung keinginan pemain kendhang. - Gendhing dapat diakhiri dengan cepat (gropak) maupun pelan - Beberapa jenis lancaran dapat diisi dengan vokal - Letak permainan kenong dan kempul selalu bergantian dalam waktu yang tidak terlalu lama (antara 0,5 1 detik). 3. Bubaran Bubaran termasuk bentuk gendhing yang cukup sederhana. Gendhing ini berfungsi sebagai repertoar karawitan mandiri dan sebagai penanda bahwa sebuah pertunjukan telah selesai. Ciri-ciri bubaran adalah: - Buka dilakukan oleh bonang barung - Nada yang dimainkan bermacam-macam - Gendhing dapat dimainkan dengan keras (soran), sedang, maupun lembut/pelan tergantung keinginan pemain kendhang - Setiap 4 gatra ditandai dengan bunyi suwukan - Gendhing diakhiri dengan pelan - Karakter gendhing dapat bersifat riang, gagah, dan semangat - Letak permainan kenong dan kempul selalu bergantian dalam waktu yang agak lama (antara 1-3 detik) - Gendhing ini mirip dengan lancaran, namun jarak pukulan kenong dan kempul agak lama.
Ladrang Ladrang termasuk bentuk gendhing yang sederhana menuju tingkat yang sedikit rumit. Gendhing ini berfungsi sebagai repertoar karawitan mandiri maupun untuk mengiringi pertunjukan wayang atau tari. Ciri-ciri ladrang adalah: - Buka dilakukan oleh bonang barung atau biasanya dimulai dengan gender barung - Nada yang dimainkan bermacam-macam - Gendhing dapat atau sering dimainkan dengan keras (soran), sedang, maupun lembut tergantung keinginan pemain kendhang - Setiap 2 gatra ditandai dengan bunyi kenong - Bunyi kenong dipukul terlambat (nggandhul) jadi tidak tepat pada jatuhnya angka pada pukulan balungan - Setiap nada ke-2 dan ke-6 ditandai dengan bunyi kethuk - Kempul terdapat pada bagian nada ke -4 baris kedua. - Beberapa ladrang diisi juga dengan vokal - Karakter gendhing biasanya gagah, bersemangat, megah 5. Playon Playon termasuk bentuk gendhing yang cukup sederhana. Gendhing ini berfungsi sebagai repertoar karawitan mandiri maupun untuk mengiringi pertunjukan tari maupun wayang. Ciri-ciri playon adalah: - Buka dilakukan oleh kendhang - Nada yang dimainkan bermacam-macam - Gendhing dapat dimainkan dengan keras (soran), sedang maupun lembut, tergantung keinginan pemain kendhang - Gendhing dapat diakhiri dengan cepat (gropak) maupun pelan - Karakter gendhing dapat bersifat riang, gagah, semangat, dan sedih - Beberapa jenis playon dapat diisi dengan vokal

Komentar
Posting Komentar